Pawn Stars: Cerita dari Rumah Gadai di Nevada

coverr

“I’m Rick Harrison, and this is my Pawn Shop. I work here with my Old Man, and my son, Big Hoss. Everything here has a story, and a price. One thing I learned from 21 years, is that you never know what is coming to that door”

Itulah narasi pembuka yang akan diucapkan oleh Richard Kevin Harrison dalam reality show “Pawn Star” di History Channel.

Artinya kira-kira begini:

“Halo, saya Rick Harrison, dan inilah toko gadai saya. Saya bekerja dengan si Pak Tua (Ayah saya), dan anak saya, Big Hoss. Semua benda yang ada di sini punya cerita, dan sebuah harga. Satu hal yang saya pelajari selama 21 tahun, anda tidak akan pernah tahu apa yang akan datang dari pintu itu”

Tidak bisa diungkapkan semangat saya tiap kali mendengar narasi tersebut. Karena saya tahu, tiap kali narasi itu dibacakan, saya akan menyaksikan salah satu acara yang paling saya gemari.

Pawn Star adalah sebuah reality show yang, seperti disebut di awal, merupakan acara buatan History channel. Sedikit info tentang saluran ini, History channel adalah saluran televisi Amerika Serikat yang berorientasi pada acara edukasi sejarah. Seperti dokumenter, analisa pakar, that kind of thing!

Orang-orang sering mengkritik History channel karena acara-acaranya dianggap sering menyimpang dari misinya membawa semangat Historia Magistra Vitae. Sebagai seorang penggemar setianya, saya maklum. Nyaris 60-70% acara yang ditayangkan di sini nyaris tidak ada hubungannya dengan ilmu sejarah. Sebut saja misalnya, Duck Dynasty, yang bercerita tentang keluarga pengusaha peluit bebek. Atau Swamp People, yang bercerita tentang para pemburu buaya di daerah rawa-rawa Amerika. Memalukan memang, apa hubungannya itu semua dengan sejarah? Lebih cocok bila acara semacam itu muncul di National Geographic Channel atau Nat Geo Wild.

History Channel

History Channel

Memang agak sulit untuk bisa menyetel History channel dan benar-benar bertemu dengan acara yang mengulas sejarah. Mungkin ada yang agak sedikit menyerempet, misalnya acara Kings of Restoration, yang bercerita tentang seorang mekanik bernama Rick Dale. Bersama anak buahnya, Rick Dale biasa menerima orderan dari masyarakat yang ingin memperbaiki barang-barang antik. Nah, dari order tersebut barulah dijelaskan asal-usul tiap barang antik yang ia perbaiki.

Selain itu, sangat sedikit acara yang bisa saya apresiasi dari History channel. Umumnya dokumenter yang benar-benar “sejarah” akan dipublikasikan secara musiman. Sebut saja The Fall of Penang, yang menceritakan tentang kejatuhan kota Penang di Malaysia, oleh tentara Jepang saat Perang Dunia kedua. Seingat saya, dokumenter sebagus itu hanya pernah main sekali. Lalu dokumenter Aquino Special, yang terdiri dari dua bagian: The Assasination of Benigno Aquino dan Cory Aquino: A Housewife Who Lead the Revolution. Keduanya bercerita tentang revolusi Filipina di tahun 1986 yang pernah menggulingkan diktator Ferdinand Marcos. Hanya dokumenter seperti inilah yang saya apresiasi dari Histroy channel.

Oke, kembali ke inti cerita awal. Di balik segala kenakalan History channel, salah satu acaranya, Pawn Star, jauh lebih “sejarah” daripada acara-acara lain di saluran itu.

Pawn Star, seperti yang sudah diungkap di awal, adalah reality show yang bercerita tentang sebuah Rumah Gadai komersil di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. Rumah Gadai ini bernama Gold and Silver Pawnshop dan dimiliki oleh Rick Harrison (Richard Kevin Harrison), sang tokoh utama, pria botak yang tegas, cerdas, tapi humoris. Ia bekerja bersama ayahnya yang dipanggil Old Man, (Richard Benyamin Harrison) seorang kakek tua keras kepala yang angkuh tapi sedikit lebih ramah daripada anaknya. Rick juga dibantu anaknya yang bernama Big Hoss, (Richard Corey Harrison) seorang remaja beranjak dewasa yang mewarisi kemampuan bisnis gadai ayah dan kakeknya.

Richard Kevin Harrison (Rick Harrison)

Richard Kevin Harrison (Rick Harrison)

Yes, this is family business. Saya tidak berani menebak siapa sebenarnya pemilik asli toko ini. Pada tahun 1986 Gold and Silver Pawnshop didirikan oleh Rick dan ayahnya. Tapi tidak jelas apakah toko itu milik sang ayah yang sudah tua, atau sudah diwariskan pada Rick, atau sudah dimiliki bersama sebagai usaha keluarga bersama Corey ‘Big Hoss’. Lucu ya?

Ada satu tokoh lagi dalam cerita ini, yaitu Austin Russel atau panggilannya Chumlee, seorang karyawan toko yang kurang ajar dan idiotnya minta ampun. Dalam cerita ini, dia adalah teman masa kecil Corey. Saya curiga, dan kecurigaan saya pastilah benar, keberadaan Chumlee disengaja oleh sang produser untuk menambah extravaganza di acara ini.

Apa yang istimewa dari rumah gadai milik Rick hingga menjadi reality show?

Anda tahu rumah gadai? Bila tidak, begini: Anda butuh uang cepat dan mudah? Di Rumah Gadai, anda

Richard Benyamin Harrison (Old Man)

Richard Benyamin Harrison (Old Man)

bebas membawa sebuah barang (yang tentunya bernilai) untuk digadaikan. Digadaikan artinya, anda meminjam sejumlah uang pada Rumah Gadai, dengan besaran uang yang senilai dengan barang yang digadai, barang anda tersebut kemudian dititipkan di sana sebagai jaminan. Lalu anda diberi rentang waktu untuk mengembalikan uang yang anda pinjam, dan bila uang tersebut dikembalikan tepat waktu maka barang anda akan kembali. Bila tidak kembali setelah batas waktu, maka barang titipan anda dianggap telah anda jual pada Rumah Gadai. Kemudian Rumah Gadai berhak menjualnya ke tempat lain untuk menutup rugi dari meminjamkan uang yang tidak anda kembalikan tersebut. Selain menggadaikan, di Rumah Gadai anda juga bisa langsung menjual barang yang anda mau demi uang instan.

Pertanyaan kita belum terjawab, dimana istimewanya Rumah Gadai Rick? Begini, Rumah Gadai ini memang menerima hampir apapun untuk dijual maupun digadaikan. Dari mulai pemuda yang menggadaikan gitar listriknya untuk mendapat uang kencan, hingga seorang nenek yang menjual senapan warisan ayahnya di zaman perang.

Saat barang-barang tersebut dibawa, Rick dan kawan-kawan akan menimang-nimang harga barang tersebut. Tentunya Rick harus jeli memberi nilai barang yang mereka beli atau gadai. Sebuah gitar listrik biasanya bernilai 200-300 dolar. Sebuah mobil Jaguar bisa bernilai 8000 dolar, dan sebagainya.

Oke, apa yang istimewa? Nah, Rick tidak hanya menerima barang-barang yang punya harga secara material. Dalam peradaban manusia, ada yang namanya nilai sejarah. Dan nilai sejarah tersebut dalam sistem kapitalisme khas Amerika, bisa dinilai dengan uang.

Richard Corey Harrison (Big Hoss)

Richard Corey Harrison (Big Hoss)

Contohnya begini: Suatu hari ada seorang pria datang pada Rick membawa senapan Winchester 1892 warisan kakeknya. Senapan kuno ini jelas seperti rongsokan dibanding senapan otomatis M-15 moderen. Tapi kenyataannya, Winchester tua yang dibawa oleh sang pria ternyata dulu pernah dimiliki oleh keluarga Hatfield, sebuah klan koboi legendaris di Amerika Serikat. Kolektor dan ahli sejarah akan sangat menginginkan benda bersejarah itu. Otomatis, senapan itu bisa bernilai jauh lebih mahal daripada harga sebuah tank amfibi. Apalagi faktanya Winchester 1892 tidak banyak diproduksi oleh perusahaan senapan Winchester di tahun 1890-an. Hanya beberapa tahun saja Winchester 1892 diproduksi hingga muncul versi penggantinya: Winchester 1895.

Jadi, sebagai sebuah senapan saja, tanpa memandang pemiliknya, benda ini sudah cukup langka dan berharga secara sejarah. Apalagi bila itu bekas dimilik seorangi klan koboi Amerika zaman pasca Perang Sipil. Sangat amat berharga.

Yup, Rumah Gadai Gold and Silver Pawnshop terkenal sebagai pusat jual-beli barang antik. Itulah kenapa dalam narasi pembuka, Rick berkata: “everything here has a story, and a price.” Semua benda yang ada di tokonya memiliki nilai sejarah, dan tentunya, sebuah harga.

Austin Russell (Chumlee)

Austin Russell (Chumlee)

Tidak sekedar membeli barang-barang antik ataupun memperoleh laba dari bunga pinjaman hasil pegadaian, Rick juga memajang barang-barang antik yang berhasil ia beli. Kolektor-kolektor barang antik akan berduyun-duyun mendatangi Rumah Gadai ini untuk berbelanja barang antik favorit mereka. Misalnya, kolektor perangko akan berburu perangko-perangko langka. Kolektor maniak sejarah Amerika akan tergila-gila dengan pistol, dokumen, bahkan tempat minum prajurit zaman Perang Sipil. Kolektor science fiction akan berburu pernak-pernik film Star Wars yang bersejarah, dan begitu seterusnya.

Mayoritas adegan dari acara ini mungkin memang agak sedikit monoton. Biasanya diawali dengan seseorang yang membawa barang antik miliknya. Bisa jadi itu sebuah peninggalan orang tuanya, atau hasil temuan di gudang, atau sekedar rongsokan yang dibeli di pasar cuci gudang. Kemudian Rick akan menganalisis barang tersebut. Biasanya dia paling paham tentang barang-barang antik yang berbau pop dan hiburan. Misalnya karikatur kuno, poster jadul, kaset rekaman musik 80-an dan lain-lain.

Lalu kemudian Rick akan bertanya “You want to pawn it or sell it?” anda ngerti kan? ayolah, bahasa Inggris anda pastilah tidak terlalu buruk. Pengunjung dapat memilih untuk menjual atau menggadai barangnya. 99% pengunjung yang diangkat dalam acara ini akan menjawab ingin menjualnya. (Mungkin karena memang hanya transaksi penjualan barang antik yang dipandang menarik oleh produser. Padahal dalam salah satu episode, Rick pernah menjelaskan bahwa 70% transaksi di Rumah Gadai-nya adalah pegadaian barang biasa, itu pun jarang barang bersejarah, biasanya hanya barang moderen yang mahal).

Menawar harga

Menawar harga

Nah, dimulailah inti dari acara ini: sang pengunjung akan mengajukan sebuah harga yang cukup mahal. Rick kemudian akan mulai berkilah, bahwa barang yang dibawa konsumennya sudah agak rusak dan harus diperbaiki bila ingin dia jual kembali. Rick pun mengajukan harga yang lebih rendah. Mereka pun akan saling berargumen. Bila deal, maka terjual juga barang antik itu. Rick akan senang mendapat barang antik yang menguntungkan bila ia jual pada kolektor, pengunjungnya senang karena berhasil menyingkirkan barang antik yang menghabiskan tempat di rumahnya, ditambah uang pula.

Tidak lupa, dijelaskan pula oleh kreatif redaksi Pawn Star tentang sejarah barang antik yang sedang diperjualbelikan. Biasanya barang tersebut akan sangat berkaitan dengan sejarah Amerika Serikat, dan kadang sejarah  dunia. Rick tidak selalu paham tentang harga yang pantas bagi barang yang ia hadapi. Tidak jarang ia meminta tolong koleganya yang dianggap lebih paham tentang konteks sejarah dan perkiraan harga bagi barang yang jadi hajat. Misalnya, Mark Hall-Patton, seorang administrator Clark County Museum, sering dipanggil Rick bila ada barang yang berhubungan dengan sejarah artifak antik Amerika. Ada juga ahli lain yang merupakan Autograph Detective bernama Drew Max, pemilik Authentic Autograph Unlimited. Sering sekali Rick kedatangan orang yang memiliki sarung tangan bisbol ataupun bola rugby dengan tanda tangan atlet di benda-benda itu. Sang detektif bertugas menganalisis keaslian tanda tangan itu. Dengan pengetahuannya, Drew dapat menganalisis tiap lekuk sebuah tanda tangan, ia paham betul ciri khas tulisan dari tokoh-tokoh dunia.  Bila tanda tangan yang dianalisis itu asli, maka nilainya bisa mahal, bila palsu, maka itu tidak lebih dari sarung tangan bisbol yang lusuh.

Begitulah cara Rumah Gadai Gold and Silver Pawnshop bekerja. Dengan kemasan yang menarik, History channel bercerita tentang sejarah dengan cara yang tidak konvensional. Melalui satu-per-satu barang yang dibawa ke dalam pintu toko, kita belajar untuk menikmati keindahan Historia Magistra Vitae. Tidak sekedar muluk-muluk menghafal tanggal dan tahun-tahun penting di era Perang Dunia, Perang Revolusi Amerika, Perang Sipil, ataupun Abad Pembangunan. Tapi juga mempelajari sejarah perkembangan alat transportasi, komunikasi, dan hiburan. Mengenal tokoh-tokoh politik, militer, bahkan selebritis, yang seringkali bekas barang pribadi mereka dapat bernilai mahal di Rumah Gadai. Salah satu contohnya (yang saya sukai) adalah jam saku pemberian George Washington pada suku Indian yang pernah mampir di Rumah Gadai ini. Menurut saya, benda itu tidak hanya bernilai ribuan dolar, tapi juga menceritakan awal kemesraan suku Indian dan bangsa Kolonial Amerika yang sebelumnya selalu diwarnai konflik berdarah.

Oke, biar tidak terlalu ngawang, dalam postingan berikutnya akan saya ceritakan tentang beberapa transaksi yang pernah terjadi di Gold and Silver Pawnshop.

“You never know what is coming from that door!” –Richard Kevin Harrison-

4 thoughts on “Pawn Stars: Cerita dari Rumah Gadai di Nevada

  1. ceritakan kehidupan keluarga rick harrison gan….ini salah satu serial fave ane di history…selain cajun pawn star, counting cars, the pickers, n rick’s restoration..haha

  2. Wah ada yang membuat tulisan juga seputar Pawn Stars. Hehehe…salut dengan agan yg menyempatkan waktunya membuat tulisan ini. Saya salah satu penggemar acara Pawn Stars juga gan. Request nih gan…kalau bisa ditambah tulisan tentang tingkah laku konyol Chumlee juga. Sekarang di chanel History, untuk Cajun Pawn Stars udah ga ditayangin lagi yak? Acara fave emang pawn stars, the pickers, king of restoration, storage wars, ama counting cars.

    • halo bro, iya nih ane emang demen banget ama ni acara. gak cuma lucu, tapi edukatif. Ngiri kadang ngeliat negara asing tontonannya bisa mendidik begini, dan ane memang penggemar ilmu sejarah. Hehe. Okedeh gan, sebenernya ane ngekos di daerah rantau, gak ada indovision, jadi cuman bisa nonton pawn star kalo pulang ke rumah. jadi jarang ane nonton lagi, jadi gaktahu update terbaru ttg Cajun Pawns Star dll, hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s