Matahari Hitam

cool

Tidak pernah mencintai hujan lebih dari ini

Hembusan dinginnya, rintiknya, desahnya, bahkan gerutu guntur itu

Pemalas yang meringkuk di sana jelas tidak akan paham rasa

Tidak pula para pendusta yang tidak bisa

Tidak akan mengakui elegi jiwa

Melelahkan

Berada dalam tengah hujan yang murka

dan para pengecut itu menyusut di kanopi raksasa

kau sebut dirimu pria?

Mungkin harusnya tidak begini

Bila saja ruang dan waktu memberi restu

Mereka yang paham akan lebih tahu

Tapi nyatanya semua terjadi seperti itu

Lucu sekali bila menerka zaman membuatku lupa

Apa rasanya menjadi manusia?

Apa rasanya tertawa bahagia?

Apa rasanya dibuai rasa?

Tidak perlu mampu memaknai

Lagipula, satu hal yang pasti

Siapapun akan meludah pada matahari hitam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s