Pesan Terakhir

bambu-runcing

Ku berdiri bertumpu bambu

Sementara dingin menyentuh kalbu

Tanah pun sudah tak terlihat

Ditumpuk mayat-mayat

Aku menengadah ke langit hitam

Mengingat masa-masa kelam

Tiga peluru bersarang di tubuh

Namun pendirianku tetap teguh

Tiga sosok besar mendekati

Memakai seragam yang sangat kubenci

Mengarahkan senapan tinggi

Kepada tubuh tak berdaya ini

Suara letusan memecah hening

Burung gagak berteriak riang

Sebelum kutinggalkan dunia fana ini

Kutitipkan pesan terakhir

Setajam apapun pelurumu!

Takkan pernah bisa menembus pendirianku!

Semoga kalian mati membusuk!

Wahai para penjajah terkutuk!

 

(sebuah karya masa SMP, pernah kubacakan di depan satu sekolah dan kuposting di blogku yang lama. Kenangan yang bagus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s