Renungan Malam

604106_4245306365472_574514980_n

Malam itu aku memanfaatkan sedikit waktu yang tersisa sebelum aku jatuh tertidur, untuk terdiam dan merenung, dan berterimakasih pada Tuhan atas apa yang telah Ia berikan padaku selama ini. Aku berterimakasih bahwa pada hampir dua puluh tahun aku hidup, segala sesuatu yang ada padaku masih utuh, ragaku, jiwaku, keluargaku, teman-temanku, mereka semua masih ada tanpa kekurangan suatu apa. Aku tidak bisa membayangkan apa rasanya tidak memiliki tubuh yang sempurna, atau jiwa yang terganggu, atau anggota keluarga yang tidak utuh, bahkan hidup tanpa teman. Banyak manusia di muka bumi ini yang mengalami demikian, Tuhan tidak menyertakan aku pada manusia-manusia itu. Terima kasih Tuhan, dan berkatilah mereka. Aku bahkan harus berterimaksih karena dapat menuliskan kata-kata ini dengan laptop yang mewah, di sebuah mushola yang nyaman dan tenang. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana Soekarno, Hatta, bahkan Pramoedya Ananta Toer membaca dan menulis di dalam penjara. Mungkin dalam contoh yang lebih ekstrim banyak tahanan penjara yang menulis di tisu toilet dengan bongkahan abu sebagai tintanya. Setiap hari melewati waktu yang penuh penderitaan di ruangan sempit, tapi masih membaca dan menulis guna mempertahankan identitas mereka sebagai manusia intelektual yang bebas.

Ya Allah, terima kasih…

Setelah aku sepenuhnya memutuskan untuk mengabdi pada-Mu, kau tunjukkan kuasa-Mu memberiku nikmat yang sebesar-besarnya. Berulang kali aku menjadi hamba kurang ajar yang kerap menuntut-Mu untuk mengabulkan doa-doaku. Mungkin malaikat akan bingung, sebenarnya siapa yang hamba dan siapa yang paduka. Tapi Kau begitu paham atas ketidakberdayaanku sebagai manusia.

Pada malam itu, aku berjalan tak kenal arah. Meneruskan kebiasaan ibuku untuk berbuat baik pada orang miskin di jalanan. Aku biarkan Engkau menuntun kakiku kemanapun. Sepenuhnya aku ingin bersama-Mu saja malam itu. Menyusuri jalan dengan santai, aku merasakan keberadaan-Mu dengan nyata, dan berdoa Kau akan membawaku pada orang yang kelaparan malam itu. Seperti biasanya ibuku berdoa dulu.

Malam makin larut aku terpekur di masjid sehabis menyembah-Mu. Berdialog dengan diri sendiri, memarahi diri atas dosa yang baru kuperbuat kemarin, dan kemarin, dan kemarin lagi. Kenapa aku begitu mudah melakukan dosa? Berulang kali aku merugikan diri sendiri dan orang lain. Membuat hati terluka dimana-mana. Berulang kali bahkan aku melupakan-Mu, menganggap-Mu hanya angin lalu. Padahal Kau tidak pernah melupakanku barang sedetik saja. Bila saja Kau pelupa, mungkin saja Kau lupa untuk menyuruh jantungku berdetak, yang bisa berakibat pada akhir hidupku. Tapi Kau tidak lupa, dari sejak dua puluh tahun yang lalu hingga kini, Kau terus membuat jantungku berdetak. Terima kasih.

Nampaknya pada malam itu juga Kau tidak mau aku kesepian. Kau tahu bahwa belakangan ini aku memikirkan wajah. Kau juga tahu aku berusaha mati-matian agar wajah itu tidak menghalangiku dari melihat wajah-Mu. Maka kau hadirkan wajah itu sebagai imbalannya. Teman-temanku, mereka yang cukup sudi bicara denganku, dan tidak jijik untuk duduk di sebelahku. Bahkan mereka mau menatap mataku dan berbincang ringan. Bahkan pula mereka mencariku saat aku tidak ada, dan bertanya padaku bila aku tertunduk. Sesuatu yang tidak dapat dibayangkan bisa ada bertahun-tahun yang lalu.

Nampaknya aku ingin selalu mencintaimu. Kaulah kekasih abadi yang tidak mungkin mati. Kuatkanlah aku untuk dapat menikmati berkahmu, kuatkanlah aku untuk suatu saat nanti harus mengembalikannya lagi. Yakinkanlah aku bahwa dari awal aku memang tidak memiliki apapun, sehingga tidak sepantasnya merasa memiliki apapun, apalagi menuntut apapun dikembalikan.

Berjalanlah denganku malam ini, karena lampu-lampu jalanan telah mati.

Ingatkanlah aku untuk mengingatmu, bila nanti aku lupa lagi…

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s