Lelaki Terjaga

night

Seorang anak lelaki terjaga kesadarannya malam ini, entah apa yang dia pikirkan, dia tidak bernafsu tidur. Sebenarnya cukup banyak yang dia pikirkan malam itu, ayah ibunya, teman-temannya, organisasinya, pekerjaannya, dan mungkin kadang kuliahnya. Dia bahkan berpikir keras bagaimana caranya menulis tulisan ini, tulisan yang merangkum apa yang sedang dia pikirkan.

Jadi apa yang sedang dia pikirkan? Banyak dan semuanya beraduk-aduk seperti adonan kue brownies. Beraduk-aduk hingga tidak jelas lagi bentuknya satu-sama-lain, bersatu menjadi satu bentuk yang berbeda, abstrak.

Tiba-tiba ketakutan menyelimutinya. Ini terjadi ketika dia menyadari betapa banyak yang ia pikirkan. Karena semua yang ia pikirkan adalah hal yang sangat mempengaruhi hidupnya. Hal yang ia pikirkan adalah segala bentuk kewajiban dan beban yang akan ia pikul dalam beberapa jarak waktu. Dia ketakutan, sangat ketakutan, tahu bahwa kekuatannya tidak sanggup dan waktunya tidak cukup, serta banyak yang akan kecewa bila ia gagal.

Dia ketakutan hingga rasanya ingin kabur dari kehidupannya, hidup menyendiri sebagai elang bebas yang tinggal terbang. Cukup makan dan terbang tanpa perlu ada yang dipertanggungjawabkan. Tapi dia tidak bisa mundur lagi, ia memang elang, tapi sudah lama mematahkan sayapnya dan memutuskan berjalan dengan dua kaki. Tidak bisa lagi terbang.

Kini dia ketakutan. Terlalu banyak rintangan dan bahaya di permukaan tanah. Dia tidak boleh lemah. Bersandar pun dia tidak boleh, karena orang akan bingung kemana lagi mereka akan bersandar bila lelaki ini bersandar.

Dia hanya diam terjaga dalam relung kesendirian. Menikmati ketidakhadiran manusia sejenak saja. Pikirannya kian berkelana, berselancar kemana-mana tanpa tujuan. Akhirnya dia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang lebih berguna, membaca surat-surat.

Dia pun membuka beberapa pucuk surat. Surat tersebut tidak ditujukkan pada siapapun yang khusus, hanya bagi siapa saja yang mau membaca. Surat itu ditulis oleh seseorang, dan menceritakan tentang orang itu sendiri, si penulis surat bercerita tentang kehidupannya, pemikirannya, selentingan ringannya hingga gejolak perasaannya. Lelaki itu membaca hingga terbawa dengan tulisan penulis itu. Lelaki itu membayangkan kejadian-kejadian dan gejolak-gejolak yang dialami oleh si penulis.

Penulis itu terus bertutur dengan jujur. Mengalirkan benak si lelaki dengan santun, namun menghanyutkan…

Lelaki itu begitu menghayati hingga ia merasa benar-benar merasakan apa yang dirasa si penulis. Bisa tergelak saat penulis melucu, bisa ceria saat penulis bahagia, bisa meringis saat penulis terluka, dan entah kenapa, dia merasakan air hangat menyusuri pipinya bila penulis itu memang sedih. Tidak, lelaki itu tidak menangis, dia memang tidak bisa menangis, tapi dia bisa merasakan.

Kini lelaki itu membuang ke tempat sampah semua pikiran-pikirannya.Dia memikirkan si penulis surat.  Dia heran membayangkan penulis itu, orang yang selama ini ia gandeng tangannya, ternyata pernah memegang kotoran kehidupan yang lebih busuk. Orang yang ia anggap sebagai boneka tanah biasa buatan Tuhan, ternyata memiliki jiwa murni dari pencipta-Nya. Orang itu yang pernah menyelamatkannya dari selokan kecil, ternyata pernah berkubang dalam lumpur yang lebih hina. Betapa malu si lelaki, terjerembab selokan saja minta tolong.

Lelaki itu membayang-bayang, terpekur menerawang. Ingin ia bertemu dengan si penulis surat dan bicara tentang hidup sepatah dua kata.

Yah, tinggal menunggu waktu saja bagi si lelaki untuk menemui orang yang ia cari.

Bagaimanapun dirinya dan orang itu adalah entitas yang sama. Dua sosok tanahhidup yang terdiri dari substansi yang sama. betapa tidak, bahkan keseluruhan kosmos semesta dulunya satu dan sama. Berasal dari satu titik dan meledak terpecah dalam kepingan debu kosmik, segelintir debunya membentuk lelaki itu dan segelintir lain membentuk si penulis yang dia cari. Artinya tinggal menunggu waktu bila memang partikel tubuh si lelaki ingin bertemu belahan partikelnya. Dan bila memang legenda kosmos itu nyata, tidak hanya lelaki dan orang yang ia cari itu akan bergerak menyatu, tapi seluruh kosmos akan membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s