Pungguk Mencintai Bulan

cropped-1265021352_f265dc328b.jpg

Dengarkan aku, aku ingin berkata jujur.

Aku jatuh cinta lagi pada rembulan.

Kali ini bulan purnama, bukan lagi sabit.

Bukan bulan purnama yang menuntun jalan pekerja malam.

Bukan juga bulan yang tertancap bendera negara manusia.

Aku jatuh cinta pada bulan berkilauan.

Bulan yang cantik bila disandingkan dengan kegelapan.

Dia anggun ditempatkan dalam remang-remang malam.

Dalam sunyi aku menikmati keindahannya, syahdu, meski sendu.

tumblr_lyoc55ViqY1qeo9kno1_500

Sayang, seingatku, aku hanya pungguk.

Aku bertengger di dahan pohon, tidak mengantuk.

Manusia menyebutku burung hantu, elang malam.

Aku menengadah ke atas di suatu malam.

Iya, aku pungguk yang merindukan bulan.

Manusia bilang, kami makhluk yang berbeda.

Manusia bilang, kami tidak mungkin bersama.

Hanya karena bentuk dan jarak kami, yang sekian kecepatan cahaya.

Tapi alam bilang, jangan pernah dengarkan manusia.

Ketika mereka bicara tentang apa yang tidak bisa.

1762409490_db9286574f

Maka malam ini, aku kembangkan sayap-sayap hitam.

Aku akan terbang, kutantang kau langit malam.

Aku menerjang, kutabrak kasar tujuh lapis atmosfir.

Aku mengangkasa, ratusan meteor mencabik-cabik.

Tanpa menghirup udara, hanya ingin menghirup wangi bulan.

Aku terhenti, bersimbah luka dan tercekik paru-paru sendiri.

Menatap bulan, yang jaraknya masih jutaan kepakkan sayap.

Terengah, aku payah, kenapa?

Tak bisakah? Apa memang aku sedemikian lemah?

Aku dapat terbang sangat jauh, menembus cakrawala.

Aku pernah terbang melintasi samudera.

Melihat apa yang di balik khatulistiwa.

Tak bisakah aku sekedar mengarungi luar angkasa?

owl

Bulan, aku mencintaimu.

Cinta sederhana, tanpa perlu banyak kata.

Tak perlu tentu aku merayumu.

Kau tentu melihatku memandangimu tiap malam sendu.

Aku mencintaimu, meski kau bersanding dengan bintang.

Aku menikmati kala tiap malam, kau memandikanku dengan cahaya tenteram.

Kini aku terjatuh hancur, terhinakan.

Ketika aku berusaha kepadamu membuktikan.

Kau bilang kau menyukai cinta berkelanjutan.

Cinta tulus yang mencintaimu terus-menerus.

Dalam waktu yang panjang, meski kau mencampakkan.

Aku hanya ingin berkata jujur, menunjukkan aku apa adanya.

Tanpa mau menunjukkan sosok selain aku.

img-wallpapers-moon-owl-aldabaran-13545

Bulan, inilah aku, pungguk yang merindukanmu.

Burung hantu yang bernyanyi untukmu di malam syahdu.

Bulan, aku mencintaimu, karena kau begitu indah.

Kau begitu cantik tanpa banyak kata.

Aku tidak berharap kau mencintaiku balik.

Tidak juga berharap kau akan mengagumiku.

Aku hanya berkata jujur, menampakkan apa yang memang aku.

Manusia bilang, ‘bagai pungguk merindukan bulan’

Untuk melambangkan, cinta yang tidak akan kesampaian.

Memaksudkan, makhluk hina yang mencintai yang tinggi.

Mungkin, mereka benar.

Yang pasti, aku akan lanjutkan perjalanan.

Mengarungi ruang hampa tanpa udara, luar angkasa.

Biarlah kehampaan menghimpit ragaku.

Biarlah batu-batu angkasa mencabikku.

Biarlah aku, yang terbang menghampirimu.

Karena tidak mungkin kamu yang turun ke bumi.

Karena kamu harus terangi malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s