Meninggalkan

street_lamp1

Tega sekali kamu

Meninggalkan aku dalam bisu

Kau pergi begitu saja

Biarkan jiwa ini dicerca

Sudah ingin aku bernyanyi cinta

Sudah siap aku bicara gila

Aku yang haus merana, dan kau pelepas dahaga

Aku yang ingin bertanya, dan kau adalah jawabnya

Kau pikir kau siapa?

Memberiku cawan saja tanpa anggur di dalamnya.

Menerima suratku tanpa menulis jawabnya.

hanya bolehkan aku mencium wangimu, bukan dirimu.

Dan kini kau paksa aku hanya bayangkan dirimu, tanpa bertemu

Kau pikir aku tahan?

Memangnya aku bisa hidup tanpa menghirup nafasmu?

Bagaimana aku selamat dari jatuh tanpa berpegang padamu?

Malam semakin larut, dan aku tenang menunggu giliran

Tapi kau menghilang, lengkap sudah kelam

Dan bintang-bintang menertawakan kesendirianku

Bulan sudah membayangkan, aku berfantasi lagi malam ini.

Relung-relung ruangan gelap siap menyambut anak kesepian

Lampu-lampu jalan mengantarkanku pulang

Cahayanya menerangi redup toko-toko yang tutup

Roda sepedaku berdecit menggilas aspal yang basah

Semuanya menertawakanku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s