Secangkir Kopi yang Pecah di Pagi yang Hujan

46761-Coffee-And-Rain

(sebuah cerpen)

Sebenarnya aku juga agak kesulitan merangkai cerita ini. Hujan ringan membangunkanku di Sabtu pagi. Kemudian saja aku teringat akan hujan-hujan lainnya yang pernah turun di siang, sore, maupun malam hari. Aku teringat akan obrolan-obrolan ringan yang membuat lupa waktu. Aku merindukan hidangan enak di restoran mewah yang mengisi makan malam kita beberapa jam yang lalu. Continue reading

Hadiah Paling Indah

images

Kali ini ia akan lahir. Pasti. Malam ini. Tidak boleh ditunda. Ia akan lahir bersamaan dengan terbitnya fajar. Proses penciptaannya tidak boleh dipecah jadi beberapa malam, harus jamak dan tuntas sempurna sekaligus dalam satu hari satu malam. Sesampaiku di kamar nanti, akan kuletakan kantong plastik ini di meja belajar. Kaosku yang lengket dengan keringat akan kulucuti dan kujatuhkan di lantai. Jendela kubuka sedikit, biar tidak pengap. Continue reading

Tuan Herman Berkunjung ke Rumahnya Sendiri

OLDMAN2

Kakek, Belanda itu jahat ya?” tanya gadis kecil sepuluh tahun itu.

Aku tersenyum maklum. Tidak perlu waktu lama untuk menjawab tidak, disertai berbagai macam alasan humanis. Bangsa kaukasia dari ujung dunia boleh saja menduduki tanah air ini selama ratusan tahun, menghantui hidup keluargaku turun-temurun, tapi tidak ada alasan untuk membenci satu bangsa secara utuh. Continue reading

[Mozaik Blog Competition 2014] Menulis: Apa, Kenapa, Bagaimana

MBC-2014s-300x170

Event Mozaik Blog Competition sponsored by beon.co.id

Kenapa menjadi penulis? Apa alasanmu ingin menjadi penulis? Pertanyaan yang diajukan oleh lomba ini lumayan sulit untuk dijawab. Akan lebih mudah menghadapi pertanyaan seperti: Bagaimana usahamu untuk menjadi penulis? Nah, jawabannya akan bersifat lebih teknis dan jauh lebih sederhana untuk dijawab. Continue reading

Berbuatlah kebaikan, agar dunia ini terus berputar

smileMatahari menyengat cukup panas siang itu. Saya memilih berjalan kaki untuk kembali ke kosan. Kondisi hati sedang cukup puas, baru saja bertemu dengan rekan bisnis di suatu tempat yang tidak jauh dari kosan. Ternyata pusat penangkaran semut kroto yang selama ini saya cari hanya berlokasi beberapa blok dari tempat tinggal selama ini. Berbincang-bincang dengan empunya usaha, saya mendapat gambaran yang cukup memuaskan tentang tata cara pengelolaan usaha ini. Tapi itu saya bahas nanti saja. Continue reading