Hadiah Paling Indah

images

Kali ini ia akan lahir. Pasti. Malam ini. Tidak boleh ditunda. Ia akan lahir bersamaan dengan terbitnya fajar. Proses penciptaannya tidak boleh dipecah jadi beberapa malam, harus jamak dan tuntas sempurna sekaligus dalam satu hari satu malam. Sesampaiku di kamar nanti, akan kuletakan kantong plastik ini di meja belajar. Kaosku yang lengket dengan keringat akan kulucuti dan kujatuhkan di lantai. Jendela kubuka sedikit, biar tidak pengap. Continue reading

Tuan Herman Berkunjung ke Rumahnya Sendiri

OLDMAN2

Kakek, Belanda itu jahat ya?” tanya gadis kecil sepuluh tahun itu.

Aku tersenyum maklum. Tidak perlu waktu lama untuk menjawab tidak, disertai berbagai macam alasan humanis. Bangsa kaukasia dari ujung dunia boleh saja menduduki tanah air ini selama ratusan tahun, menghantui hidup keluargaku turun-temurun, tapi tidak ada alasan untuk membenci satu bangsa secara utuh. Continue reading

Sang Veteran

nq4DpUi

Bukan pertama kalinya aku berkunjung ke tempat ini, sebuah bangunan tua renta di tengah kota yang lumayan bersejarah. Masih kuingat saat pertama kali ke sini dua tahun yang lalu. Saat itu guru SMA menugaskanku untuk mengunjungi sebuah situs kota dan membuat ulasan tentangnya. Jadilah aku mengunjungi Museum Perdjoangan Bogor, sebuah sudut kecil di kota ini yang mengumpulkan bukti bahwa dulu kota ini punya sejarah berjuang melawan penjajah. Continue reading

Majikan

anjing

Intuisi alamiah membangunkanku dari tidur. Tanpa menguap atau merenggangkan badan, aku berlari lincah meninggalkan kasur, menyusuri ruangan demi ruangan, dan melompati perabotan dengan manuver akrobatik. Ini bukan unjuk kekuatan, tapi latihan rutin yang telah menjadi rutinitas hidupku. Bila kamu adalah makhluk sepertiku, cukup mudah mempelajari sesuatu dengan cepat. Kenapa? Karena umurku tidak sepanjang kamu. Pencipta kita memang adil. Continue reading

Mesiu

hitman-silhouette-236x336

Terbitnya fajar pagi itu memang tidak sanggup menghapus jejak hujan tadi malam. Tidak juga kicauan burung gereja yang riang maupun nyanyian jangkrik terakhir, tidak ada yang dapat menyembunyikan tragedi. Embun bergulir damai dalam sepucuk daun, begitu damai karena tidak berurusan dengan manusia. Kabut tipis menyelimuti sebuah gedung kosong yang telah lama ditinggalkan. Mengelusku lembut dengan butir-butir air yang melayang. Mungkin kedamaian terakhir yang akan kuterima hari ini. Continue reading

Pagi Ini

birds

 

Bangun pagi dengan perasaan aneh hari ini.

Tidak seperti pagi-pagi biasanya dimana aku bisa menggeliat segar karena malam sebelumnya telah bermandikan cahaya bulan.

Pagi ini adalah hampa. Tanpa ada perasaan, tanpa ada pemikiran. Semua seolah larut begitu saja.

Selintas demi selintas bersama dengan pulihnya kesadaranku, bermunculan kembali pikiran-pikiran.

Pikiran yang tidak sama dengan yang kupikirkan pada pagi biasanya. Aku memikirkan pertanda, memikirkan kata dan frasa yang perlu diucapkan pada manusia, memikirkan kewajiban dan ambisi, memikirkan wajah yang tidak mau tersenyum. Ingatanku pun membawaku pada keindahan tertentu. Pada beningnya cahaya dan wangi harum yang menyerbak memabukkan. Pada canda tawa dan bentuk wajah yang manis jenaka. Semua bermain-main dalam kepala.

Semua kemudian kabur begitu saja.

Sungguh, memikirkan akan manusia adalah suatu yang mambuat lena. Membuat seorang manusia bebas menjadi budak hina. Merubah pria terhormat menjadi banci gila. Kini sang kacung perasaan telah dilempar ke ujung ruangan, layaknya kain pel yang sudah lama terpakai.

Maafkan, karena tidak pernah menjadi berarti. Tidak pernah menjadi dia yang akan dibanggakan karena telah mengenalnya. Tidak pernah berbuat suatu apa yang dapat meringankan beban di pundakmu. Bahkan kain pel masih lebih mulia dari aku.

Pagi ini mulai beranjak lalu dalam lesu. Embun sejuk pagi menghibur bagai hujan malam itu. Burung-burung bersapaan, pria-pria mendengkur, sedikit yang menggeliat. Burung hantu pun berangkat tidur, takut dibakar matahari. Tapi meski memang matahari akan membakarnya, dia akan tetap sabar menunggu malam, di mana purnama akan memandikannya.

Pungguk pun masih ingin mencintai rembulan…